Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

26 Mei 2009

Luminox 3051 Navy SEALs Watch

Pernah denger merk jam Luminox ??!!...
Itu adalah jam tangan yg digunakan oleh US NavySeal sejak tahun 1993 dan saat ini dibuat khusus untuk elite military US dalam menjalankan tugasnya. Saat ini jam tersebut telah dijual bebas di berbagai negara termasuk di Indonesia, dengan harga yg relatif terjangkau untuk kelas jam tangan swiss low-end.

Luminox seri 3051 mempunyai kesan adventure dan gagah, sehingga cocok digunakan untuk aktifitas out door, apalagi yang berhubungan dengan air hingga tekanan 200 m, spt : rafting, swimming, snorkeling dan skin diving (light diving). Jam tsb cukup nyaman digunakan, karena memiliki berat yg ringan. Disamping itu jam tsb dilengkapi dgn micro gas lights illumination yg dapat digunakan pada kondisi gelap.

Spesifikasi Luminox 3051 :
- Movement-jeweled Swiss quartz, battery Life (months)-45
- Case Material-carbon reinforced polymer injection molded case
- Bezel-Unidirectional polymer ratcheting bezel
- Caseback-Black carbon reinforced case back secured with stainless steel screws
- Crystal-tempered scratch resistant mineral crystal
- Crown-double gasket push in crown
- Case Diamter-44 mm
- Lug Width-23 mm
- Water Resistance-200M (suitable for swimming, snorkeling, skin diving)
- Strap-signature PU strap

Kalo mau liat lebih banyak lagi model Luminox, silahkan datang ke agen tunggalnya di Plaza Semanggi.

22 Mei 2009

Gunakan Alat Transportasi secara Bijak

Tahukah Anda perbandingan jumlah kendaraan pribadi dan angkutan umum di Jakarta adalah 98% : 2%. Dari total 17 juta orang yang melakukan perjalanan setiap hari, kendaraan pribadi mengangkut 49,7% orang, sedangkan angkutan umum harus mengangkut sekitar 50,3% orang. Artinya adalah ada suatu pemborosan ruang dalam pemakaian alat transportasi, bayangkan kendaraan pribadi dengan kapasitas 5 atau 7 seat hanya mengangkut 2 orang, sedangkan angkutan umum dengan kapasitas 27 seat mengangkut lebih dari 35 orang.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh JICA dan ITDP menunjukkan bahwa jika tidak ada pembenahan sistem transportasi umum, maka lalulintas di Jakarta akan mati (tidak bergerak) pada tahun 2014. Perkiraan tersebut didasarkan pada pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata mencapai 11% per tahun, sedangkan pertumbuhan panjang ruas jalan tidak mencapai 1%. Dan tercatat setiap hari terdapat 138 pemohon STNK baru, yang berarti setiap hari Jakarta membutuhkan penambahan jalan sepanjang 800 meter.


Makanya mulai sekarang kita mulai membiasakan diri pakai angkutan umum .... ya tentunya kita berharap pemerintah bisa menyediakan angkutan yg layak !! 

03 Juli 2008

Ruang Terbuka Hijau untuk Kawasan Pemukiman

Beberapa pengembang perumahan saat ini banyak yang menawarkan tema lingkungan hidup berkualitas sebagai hunian yang asri, mulai dari nuansa hutan kota, danau dan padang golf. Sudah menjadi tuntutan sebagai hunian yang menjadi demand bagi masyarakat saat ini adalah lingkungan hijau nan asri serta udara sejuk, disamping faktor lain seperti : air bersih, jarak tempuh ke pusat kota, akses jalan, transportasi, gaya hidup, fasilitas pendukung serta nilai ekonomi.

Untuk mendapatkan lingkungan hijau yang berkualitas diperlukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara proporsional yaitu 30% dari luas kawasan tersebut. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan mengharus­kan kawasan hijau di perkotaan minimal 20 persen dari seluruh luas perkotaan. sebagai referensi DKI Jakarta tahun 1965-1985 mengalokasikan RTH seluas 37,2 % (sangat ideal), tahun 1985-2005 alokasi RTH menyusut menjadi 25,85 % (cukup ideal) dan RTH tahun 2000-2010 kini hanya menyisakan seluas 13,94 % (tidak ideal), sementara RTH di berbagai lokasi saat ini terus mengecil hingga berkisar 9,14 % (kritis). Memang bukan merupakan jaminan, apabila kawasan pemukiman memiliki RTH sebesar 30 % akan menjadi hunian yang sejuk, karena harus diikuti oleh penataan secara makro dan global. Namun paling tidak secara mikro dapat menjadikan “atmosfir” kawasan pemukiman tersebut menjadi lebih baik dan berkualitas. Sebenarnya pihak penyedia kawasan pemukiman dapat memanfaatkan lahan fasilitas fasos fasum untuk dijadikan RTH yaitu pada sisi jalan raya exsisting (jalan desa), jalur tegangan tinggi PLN dan sisi lahan yang terbentuk secara alami seperti sungai, saluran air dan danau

01 Juli 2008

Angkutan Commuter Plus

Pada saat akan dioperasikan shuttle bus di beberapa kawasan pemukiman, dengan konsep angkutan commuter plus feeder TransJakarta Busway pada tanggal 1 Mei 2014 lalu, banyak pihak yang meragukan akan keberhasilan operasi angkutan tersebut, karena disamping demand juga terkait dengan perijinan yang relatif sulit untuk didapatkan. Setelah Trans Bintaro Jaya dioperasikan yang sekaligus sebagai pioneer angkutan commuter & feeder busway, ternyata mendapatkan respon sangat baik dari masyarakat. Momen tersebut kemudian diikuti oleh beberapa pengelola properti dan developer untuk menyediakan angkutan publik tersebut, karena diyakini akan meningkatkan nilai jual properti yang dikelolanya.

Kalau kita lihat karakteristik angkutan commuter tersebut, memang sedikit berbeda dengan bus kota yang pada umumnya akan mengalami “sepi penumpang” pada saat jam tertentu terutama siang hari. Dimana pada saat peakhour pagi dan sore akan mengalami over capacity, sedangkan pada angkutan commuter yang memang di-design sebagai feeder TransJakarta Busway dan berhenti di beberapa pusat perbelanjaan sangat diminati masyarakat baik pagi, siang dan sore - malam hari.

Belajar dari pengalaman tersebut beberapa pengembang dan operator bus mencoba menerapkan angkutan commuter plus, misalkan ke bandara, Bandung, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Ternyata hasilnya juga cukup mendapat respon positif dari masyarakat.

Melihat demand masyarakat, sebenarnya hal ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan public transport yang nyaman, efektif dan ekonomis, dengan tujuan tertentu dan periodik ke pusat wisata, perbelanjaan, perkantoran dan lain-lain.

Hal lain yang cukup menarik dari penyediaan angkutan pemukiman tersebut disamping sebagai fasilitas bagi warga dapat dijadikan sebagai media promosi berjalan bagi pengembang. Dengan pemikiran adalah biaya media promosi yang dipasang pada billboard selama periode waktu tertentu dapat dialokasikan untuk kerja sama penyediaan shuttle bus. Menarik kan… ?? !!

Yang perlu diperhatikan sebelum mengoperasikan Angkutan commuter adalah melakukan survei kepada masyarakat, melakukan simulasi melalui pemodelan, melakukan uji coba terhadap respon masyarakat dan terakhir adalah melakukan kajian final yang mencakup aspek ekonomi, perijinan, dan hasil studi tersebut.

20 Juni 2008

Penataan Kawasan Pemukiman melalui TRAFFIC MANAGEMENT

Kawasan pemukiman yang telah lama dihuni saat ini bisa dibilang “semrawut” dan padat lalulintasnya, walaupun sejak awal telah direncanakan dengan seksama oleh perencana kota dan perencana transportasi. Akan tetapi trend yang terjadi akibat kebijakan dan regulasi tata kota tidak mampu untuk mengantisipasi kepadatan lalulintas saat ini.

Berikut ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk penataan kawasan pemukiman melalui traffic management, antara lain :
- Pengaturan traffic light
- Penggunaaan sistem satu arah atau sistem buka tutup
- Pengendalian parkir di badan jalan (on street parking) dan kawasan padat;
- Reengineering
- Pemberdayaan angkutan umum, dan lain-lain
Pada dasarnya tujuan dari traffic management adalah meningkatkan arus lalulintas, mengurangi delay, meningkatkan keselamatan di jalan, meningkatkan fasilitas pejalan kaki, meningkatkan aksesibilitas dan meningkatkan kualitas lingkungan.